Xhaka Yakin Musim Kedua Emery Berjalan Sukses

Penggawa Arsenal, Granit Xhaka terlihat sangat antusias dalam menyambut gelaran kompetisi musim 2019-2020. Musim ini akan menjadi musim kedua bagi manajer The Gunners, Unai Emery.

Setelah menjalani musim debut menangani Arsenal dengan penuh tantangan, Xhaka mengaku bahwa dirinya sangat optimis dengan kesuksesan Emery di musim kedua ini. Hal itu tak lepas dari penilaian Xhaka yang menganggap bahwa pelatih asal Spanyol itu telah melakukan berbagai langkah yang tepat untuk membawa timnya meraih kesuksesan.

Xhaka menegaskan bahwa seluruh pemain, staf serta pelatih saat ini telah memiliki pemahaman yang lebih baik satu sama lain. Dengan kekompakan yang dimiliki ini, maka bukan hal yang tidak mungkin untuk Arsenal tampil mengejutkan di gelaran kompetisi kali ini.

“Saya menilai musim ini akan kembali berjalan dengan sangat ketat dan berat. Akan tetapi, saat ini kami memiliki keunggulan yakni semakin mengenal satu sama lain serta saya kira pelatih juga semakin mengenal karakter yang dimiliki oleh setiap pemain di musim keduanya,” ungkap Xhaka.

“Kami semakin mengenal dirinya tentang apa yang dia inginkan dari kami serta mental yang dimiliki oleh seluruh staf. Lalu seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya bahwa saya sangat gembira bahwa ini merupakan musim kedua Emery bersama kami. Seluruh pemain ingin meraih musim yang sukses di bawah arahan Emery di musim keduanya,” tambah anggota skuat tim nasional Swiss tersebut.

Musim lalu pencapaian Arsenal memang bisa dikatakan cukup mengecewakan. Tampil di laga Final Liga Eropa, The Gunners gagal menghentikan langkah Chelsea untuk meraih gelar kompetisi kasta kedua di daratan Eropa tersebut. Selain itu, mereka juga gagal meraih satu tiket ke ajang Liga Champions. Ini merupakan kegagalan ketiga secara beruntun bagi Arsenal menembus posisi empat besar klasemen akhir Premier League.

Seakan tak ingin kembali gagal lagi musim ini, pihak manajemen Arsenal bergerak aktif di sepanjang bursa transfer musim panas ini. Klub asal London Utara itu sukses merekrut enam penggawa anyar untuk memperkuat skuat mereka. Pemain yang berhasil didaratkan merupakan pemain-pemain berkualitas seperti Nicolas Pepe, Kieran Tierney, Dani Ceballos, William Saliba, Gabriel Martinelli hingga David Luiz yang berhasil mereka bajak dari Chelsea jelang penutupan bursa transfer pemain pekan lalu.

Arsene Wenger Kembali Menjadi Pelatih Sepak Bola?

Arsene Wenger legenda simbolik klub sepak bola Arsenal sudah cukup lama berhenti dari dunia sepak bola. Dirinya saat ini tengah menjadi penonton dan fans dari klub Arsenal sambil menikmati jerih payahnya selama ini.

Berbagai Liga sudah mulai selesai, kini sudah hampir tiba saatnya musim pergantian formasi dari tiap klub-klub sepak bola. Hal tersebut pun memberi tanda tanya besar bagi para pecinta sepak bola terutama fans Arsenal tentang kelanjutan dari Arsene Wenger.

Dalam kiprahnya di dalam manajemen sepak bola, Wenger pernah mencapai rekor tak terkalahkan bersama Arsenal selama 1 musim penuh. Pada musim tersebut Arsenal sontak mendapat julukan The invisible Arsenal dan itu dibawah kepemimpinan Wenger ini.

Jam terbang legenda satu ini juga tidak tanggung-tanggung, ia telah bersama Arsenal selama 22 tahun dan tentunya sudah sering mengecap rasa kejayaan bersama Arsenal. Dan karena hal tersebut tentunya dirinya juga sangat berat saat mengambil keputusan untuk berhenti dari jabatannya sebagai pelatih Arsenal.

Akhir-akhir ini Arsene Wenger sempat diwawancarai media dan menyatakan dirinya masih sangat ingin untuk kembali di dunia sepak bolanya yang dahulu. Namun saat mengingat dirinya yang dulu mengorbankan banyak waktu untuk keluarganya demi sepakbola membuatnya sepertinya enggan kembali sebagai pelatih. Namun sampai saat ini masih belum ada kepastian tentang dirinya akan kembali ke dunia sepak bola atau tidak? dan akan menempati apakah Arsene Wenger kedepannya?.

BURNLEY DIKALAHKAN OLEH ARSENAL DENGAN HASIL 1-3

Arsenal menyelesaikan kampanye Liga Premier mereka dengan kemenangan tinggi 3-1 atas Burnley di Turf Moor, pada hari Minggu, ketika Pierre-Emerick Aubameyang mengamankan bagian di Sepatu Emas dengan 2 penjepit.

Burnley memiliki peluang yang lebih baik di babak pertama yang heboh yang melihat Chris Wood membentur tiang sebelum tendangan Matt Lowton dibersihkan dari garis

Namun Aubameyang pada menit ke 52 memanfaatkan pertahanan yang rapuh untuk memecah kebuntuan, sebelum menggandakan keunggulan Arsenal di menit ke 63 dengan tendangan voli.

Ashley Barnes dari menit ke 65 membalaskan 1 gol segera, tetapi pemain pengganti Eddie Nketiah pada menit ke 90 + 4 mengamankan ketiga poin di penghentian waktu saat The Gunners finis di urutan kelima klasemen.

Arsenal memulai dengan cerah tetapi Aubameyang melewatkan peluang emas setelah mengalihkan pandangannya dari umpan silang Henrikh Mkhitaryan yang memantul dari bahunya dan membentur tiang gawang.

Burnley kemudian dengan cepat menemukan kaki mereka, dan hampir memimpin ketika Wood membentur tiang setelah dia dimainkan melalui tujuan oleh Jack Cork.

Beberapa saat kemudian, Burnley unggul 3 lawan 2 ketika Barnes melakukan umpan silang ke Lowton, yang melewati Bernd Leno hanya untuk melihat tendangannya diblok di garis oleh Matteo Guendouzi.

Tapi kerja bagus Clarets tidak berhasil di babak kedua ketika Charlie Taylor tergelincir untuk membiarkan Aubameyang melesat ke gawang, sang penyerang tidak membuat kesalahan ketika bertanding 1 lawan 1 dengan kiper.